Bis AC vs Omprengan
Mungkin banyak yang berpikir Bis AC vs Omprengan, bayi pilekpun tahu k'lo bis AC lebih nyaman, tapi begini storynya...
Suatu hari ( awal cerita yang kuno..) aku libur, dan pada saat itu aku main ke kosnya rizal dan yanuar, awalnya kita cerita masalah kantor. Tak lama kemudian Awan datang ( wis..poko'e nek ono Awan mesti bahas cew ). Tenan!!. Obrolan kami ganti membahas tentang ciptaan Tuhan yang begitu indah dan enak ( opo maksude "enak "??). Karena kami sudah kerja dan umur yang hampir mendekati usia ideal untuk nikah, jadi topik ga jauh2 dari masalah jodoh. Sebagai cowok normal, siapa sih yang tidak ingin punya istri Cantik--putih--sehat--pinter--jago masak--montok (halah..)--kaya, pokoknya semua kesempurnaan cewek ada padanya, inilah yang kami sebut Bis AC, dan tentunya cewek yang berlawanan dengan spesifikasi itu kami sebut Omprengan ( sorry..bukan maksud merendahkan..).
Kami umpamakan, mencari istri seperti mencari Bis di terminal, dengan segala idealisme dan "nafsu" kita pasti berusaha mencari bis AC ( dingin - nyaman ). Kita mencari bis dari pagi sampai sore ( belum malam sih..), pada saat masih pagi, kita dengan sombong menolak untuk naik bis non-AC karena berpikir waktu sore masih lama, tetapi apa ?..( apa hayo ?? coba tebak !!). Tanpa kita sadari ( sebenarnya sadar -- pura2 aja..) waktu terus berjalan dan kitapun belum mendapatkan bis AC yang kita inginkan, sehingga hari menjelang sore kita berpikir untuk sedikit menurunkan ego kita, kita pilih naik bis biasa (nggak pakai AC) padahal tanpa kita tahu bahwa bis biasa tersebut sudah ada yang naik. Sekarang mau apa lagi, lha bis biasanya sudah penuh dan ga ada lagi ( tapi kayaknya ga mungkin dech...? ). Dan terpaksa, karena hari sudah sore, akhirnya kita naik Omprengan, mau tidak mau kita harus naik kendaraan yang sebetulnya karena idealisme - ego - "nafsu" kita hindari.
Jadi begitu ceritanya..
Sekarang pilih naik Bis AC atau Omprengan, atau dengan lebih bijak kita naik bis biasa aja.
Terserah Anda semuanya..
Tapi k'lo saya lebih memilih....
Suatu hari ( awal cerita yang kuno..) aku libur, dan pada saat itu aku main ke kosnya rizal dan yanuar, awalnya kita cerita masalah kantor. Tak lama kemudian Awan datang ( wis..poko'e nek ono Awan mesti bahas cew ). Tenan!!. Obrolan kami ganti membahas tentang ciptaan Tuhan yang begitu indah dan enak ( opo maksude "enak "??). Karena kami sudah kerja dan umur yang hampir mendekati usia ideal untuk nikah, jadi topik ga jauh2 dari masalah jodoh. Sebagai cowok normal, siapa sih yang tidak ingin punya istri Cantik--putih--sehat--pinter--jago masak--montok (halah..)--kaya, pokoknya semua kesempurnaan cewek ada padanya, inilah yang kami sebut Bis AC, dan tentunya cewek yang berlawanan dengan spesifikasi itu kami sebut Omprengan ( sorry..bukan maksud merendahkan..).
Kami umpamakan, mencari istri seperti mencari Bis di terminal, dengan segala idealisme dan "nafsu" kita pasti berusaha mencari bis AC ( dingin - nyaman ). Kita mencari bis dari pagi sampai sore ( belum malam sih..), pada saat masih pagi, kita dengan sombong menolak untuk naik bis non-AC karena berpikir waktu sore masih lama, tetapi apa ?..( apa hayo ?? coba tebak !!). Tanpa kita sadari ( sebenarnya sadar -- pura2 aja..) waktu terus berjalan dan kitapun belum mendapatkan bis AC yang kita inginkan, sehingga hari menjelang sore kita berpikir untuk sedikit menurunkan ego kita, kita pilih naik bis biasa (nggak pakai AC) padahal tanpa kita tahu bahwa bis biasa tersebut sudah ada yang naik. Sekarang mau apa lagi, lha bis biasanya sudah penuh dan ga ada lagi ( tapi kayaknya ga mungkin dech...? ). Dan terpaksa, karena hari sudah sore, akhirnya kita naik Omprengan, mau tidak mau kita harus naik kendaraan yang sebetulnya karena idealisme - ego - "nafsu" kita hindari.
Jadi begitu ceritanya..
Sekarang pilih naik Bis AC atau Omprengan, atau dengan lebih bijak kita naik bis biasa aja.
Terserah Anda semuanya..
Tapi k'lo saya lebih memilih....
0 Comments:
Post a Comment
<< Home