:: ketika kehidupan menjadi sekolah tanpa batas ::

          Tentang :: Syaifullah Agus Setyo Nugroho

Tuesday, April 18, 2006

..dan keajaiban itu...

Ini adalah kejadian yang nggak aku sangka..

Sore itu, rabu 12 April 2006 sekitar pukul 15.30..dua hari setelah aku kecopetan, aku mendapatkan telpon dari nomor yang nggak ada di phonebookku. Terdengar suara pria yang berumur lebih dari 40 tahunan,...

aku : "hallo..selamat sore.."
penelpon : "hallo..sore juga..."
"ini dengan mas syaifullah agus ya ?"
aku : "iya.."
"ini dengan bapak siapa ya ?"
penelpon : "saya hasim mas.."
"apa benar mas syaifull kehilangan dompet ?"
aku : "iya..hari senin kemarin saya kecopetan"
"saya kehilangan (aq sebutkan semua surat2ku yg hilang)"
penelpon : "begini mas..saya menemukan dompet mas syaifull"
"nanti sore bisa ketemu saya nggak mas...di parkiran bungur depan musholla ?"
aku : "jam berapa pak ya..?"
penelpon : " setelah sholat maghrib"
aku :"bisa pak.."
"nanti klo udah sampai bungur..saya telp lagi pak.."
penelpon : "iya mas..tak tunggu lho"
aku : "iya pak..terimakasih"

Setelah menerima telp itu, aku seneng banget, ga sabar rasanya menunggu setelah maghrib.

Singkat cerita, sudah jam 17.00, aku ijin pulang. Lgsng saja setelah pulang kantor aku ke bungur, setelah 45 menit perjalanan ( macet !!), lgsng aku telp Pak Hasim dan menanyakan keberadaanya. Setelah tahu, lgsng saja aku menemui Pak Hasim.

Setelah berbasa-basi ini itu, Pak Hasim memberikan dompet, setelah aku lihat ternyata itu memang dompetku, akupun mengecek isinya, terutama surat-suratnya, karena aku yakin uangnya sudah hilang ( dan emang benar..uangnya udah hilang), tp alhamdulillah surat-suratku masih lengkap semua.

Selesai ngecek, akupun menanyakan bagaimana dompetku bisa kembali. Dan menurut penuturan Pak Hasim, dompetku ditemukan oleh orang yang kebetulan juga menitipkan sepedanya ke Pak Hasim, katanya dia menemukan dompetku diantara himpitan sepeda2 yang parkir, trus orang tadi menyerahkan ke Pak Hasim, karene kebetulan Pak Hasim yang piket malam itu. Kejadian itu kira2 sekitar jam 20.00, 5 jam setelah aku kehilangan.

Trus kok tahu No HPku ? Ternyata di dalam dompetku, Pak Hasim menemukan struk isi ulang pulsa lewat ATM. Setelah aku ingat-ingat, ternyata memang benar, 2 hari sebelum kejadian kecopetan, aku sempat melakukan pengisian ulang pulsa lewat ATM, dan untung saja struk itu aku masukkan dompet. Alhamdulillah...

Akupun berpamitan ke Pak Hasim, sambil memberikan sesuatu ( itung-itung tanda terima kasihku). Akupun mampir ke rumah kakakku untuk sholat maghrib ( padahal udah hampir isya..bodo amat !! daripada nggak sholat )

Padahal pagi hari sebelum aku mendapat telp dari Pak Hasim, aku sudah mengirim berita kehilangan di salah satu koran di Jatim. Bahkan Bapakku sempat mengumumkan lewat radio. Untung saja suratku belum dimuat dan radio belum mengumumkan berita kehilanganku.

Ah..lega banget rasanya, semua surat-suratku kembali, dan aku nggak jadi berurusan dengan birokrasi yang mbulet untuk mengurus surat-suratku yang hilang. Ternyata Allah mengabulkan doaku. Sungguh aku nggak nyangka "keajaiban" ini.

Terima kasih ya Allah, ternyata masih ada orang jujur di semesta-Mu ini.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home