sekarang atau nanti
Sebenarnya ini masalah yang klise, sangat klise.
Cuman akhir - akhir ini sering terjadi.
Kira - kira 1 bulan yang lalu, ada teman aku yang menikah. Usianya masih muda sih, 22-23 tahun, dan dia baru saja bekerja, baru 11 bulan, dan saat ini masih kos di. Sebenarnya nggak aneh sih, toh nikahnya juga sah secara hukum agama maupun negara.
Yang membuat aku surprise..., kenapa di usia yang masih sangat muda, sudah berani untuk memutuskan menikah, padahal bisa di bilang dari segi materi dia belum cukup mapan. Kita tahu sendiri, banyak sekali pria yang dari segi usia sudah cukup ideal untuk menikah, tapi belum juga berani memutuskan menikah hanya gara-gara belum punya rumah.
Suatu saat aku makan dengan temanku ini, ditengah suasana makan aku mencoba untuk bertanya mengapa dia menikah muda.
Aku :"Heh Dull aq tanya boleh ya ?? Tapi jangan marah..pribadi banget soalnya"
Temanku :"Nggak..tanya aja.."
Aku :"Kenapa sih kamu kok berani menikah di usia muda..bukannya kamu belum mapan ??"
Temanku :"Simple..aku ingin menghalalkan hubunganku..."
Aku :(dalam hati "Waduh alasane kok sangar ngene..")
Oke cukup itu saja cuplikannya...
Trus ada lagi temanku yang laen. Dia udah kerja, dan masih kos juga. Dia naksir ce, kemudian dia nembak tuh ce buat jadi pacarnya. Tapi si ce ga mau, si ce minta langsung nikah, maklum si ce termasuk kuat agamanya. Ini yang membuat temanku pusinggg ( karena minta nikah sekarang, bukan karena agamanya kuat..), apalagi selama ini dia memiliki banyak teman ce.
Si ce beralasan bahwa dalam agama nggak ada istilah pacaran, katannya pacaran hanya nambah dosa dan mengundang fitnah. Trus si co beralasan bahwa dia perlu untuk mengenal lebih jauh dulu sebelum nikah, yang menurut dia pacaran adalah caranya.
Si co mengatakan bahwa dia baru siap nikah 2 - 3 tahun lagi, "Apa kamu masih mau nunggu selama itu". Si ce "Iya gpp, aku mau kok nunggu kamu, asal kamu benar- benar setia sama aku".
( lha klo nunggu, trus apa jaminannya mereka akan saling setia ??. Kan bisa aja, salah satu atau keduanya selingkuh..hiks..hiks..sinetron banget )
Si co beralasan dia nggak mau nikah dulu karena merasa belum cukup mapan materinya. Lha si ce menganggap bahwa dengan menikah, Tuhan pasti akan memberikan rizky yang lebih.
Si co mengatakan bahwa dia belum punya rumah dan saat ini masih kos di dalam kamar ukuran 3x4 m. Eh si ce ngomong "Nggak apa2, aku mau kok tinggal di kosan atau di mana saja, nanti kita sama-sama nabung buat beli rumah".
Si co mengatakan "Kamukan masih kuliah, masak setelah nikah kita jarak jauh ??. Kok kayaknya aneh gitu...". Si ce bilang "Nggak papa, itu kan untuk sementara, lagian aku sekarang udah skripsi, jadi habis ini lulus, atau kita kan bisa bertemu sebulan sekali, aku yang ke tempatmu atau kamu yang pulang kesini."
(Hehe kapok koen..alasan opo maneh ..)
Dan saat ini teman saya masih bingung.
Memang sih, kita punya berbagai pertimbangan untuk menikah sekarang atau nanti.
Bagi mereka yang memutuskan untuk menikah sekarang, dia pasti punya banyak alasan bahwa tindakannya benar.
Dan bagi mereka yang memilih menikah nanti, dia pasti juga punya banyak alasan bahwa tindakannya benar juga. Lalu siapa yang salah....???
Menurutku yang salah adalah mereka yang sudah siap secara mental maupun materi tapi belum juga menikah, dengan alasan ingin berkarir atau belum nemu yang cocok ( nggak ada yang cocok atau sengaja nggak mencocokkan diri ?? ) Terserahlah, pillihan ada di tangan kita.
Keto'ane aku posting masalah sing ga penting..yo wis lah.
Cuman akhir - akhir ini sering terjadi.
Kira - kira 1 bulan yang lalu, ada teman aku yang menikah. Usianya masih muda sih, 22-23 tahun, dan dia baru saja bekerja, baru 11 bulan, dan saat ini masih kos di. Sebenarnya nggak aneh sih, toh nikahnya juga sah secara hukum agama maupun negara.
Yang membuat aku surprise..., kenapa di usia yang masih sangat muda, sudah berani untuk memutuskan menikah, padahal bisa di bilang dari segi materi dia belum cukup mapan. Kita tahu sendiri, banyak sekali pria yang dari segi usia sudah cukup ideal untuk menikah, tapi belum juga berani memutuskan menikah hanya gara-gara belum punya rumah.
Suatu saat aku makan dengan temanku ini, ditengah suasana makan aku mencoba untuk bertanya mengapa dia menikah muda.
Aku :"Heh Dull aq tanya boleh ya ?? Tapi jangan marah..pribadi banget soalnya"
Temanku :"Nggak..tanya aja.."
Aku :"Kenapa sih kamu kok berani menikah di usia muda..bukannya kamu belum mapan ??"
Temanku :"Simple..aku ingin menghalalkan hubunganku..."
Aku :(dalam hati "Waduh alasane kok sangar ngene..")
Oke cukup itu saja cuplikannya...
Trus ada lagi temanku yang laen. Dia udah kerja, dan masih kos juga. Dia naksir ce, kemudian dia nembak tuh ce buat jadi pacarnya. Tapi si ce ga mau, si ce minta langsung nikah, maklum si ce termasuk kuat agamanya. Ini yang membuat temanku pusinggg ( karena minta nikah sekarang, bukan karena agamanya kuat..), apalagi selama ini dia memiliki banyak teman ce.
Si ce beralasan bahwa dalam agama nggak ada istilah pacaran, katannya pacaran hanya nambah dosa dan mengundang fitnah. Trus si co beralasan bahwa dia perlu untuk mengenal lebih jauh dulu sebelum nikah, yang menurut dia pacaran adalah caranya.
Si co mengatakan bahwa dia baru siap nikah 2 - 3 tahun lagi, "Apa kamu masih mau nunggu selama itu". Si ce "Iya gpp, aku mau kok nunggu kamu, asal kamu benar- benar setia sama aku".
( lha klo nunggu, trus apa jaminannya mereka akan saling setia ??. Kan bisa aja, salah satu atau keduanya selingkuh..hiks..hiks..sinetron banget )
Si co beralasan dia nggak mau nikah dulu karena merasa belum cukup mapan materinya. Lha si ce menganggap bahwa dengan menikah, Tuhan pasti akan memberikan rizky yang lebih.
Si co mengatakan bahwa dia belum punya rumah dan saat ini masih kos di dalam kamar ukuran 3x4 m. Eh si ce ngomong "Nggak apa2, aku mau kok tinggal di kosan atau di mana saja, nanti kita sama-sama nabung buat beli rumah".
Si co mengatakan "Kamukan masih kuliah, masak setelah nikah kita jarak jauh ??. Kok kayaknya aneh gitu...". Si ce bilang "Nggak papa, itu kan untuk sementara, lagian aku sekarang udah skripsi, jadi habis ini lulus, atau kita kan bisa bertemu sebulan sekali, aku yang ke tempatmu atau kamu yang pulang kesini."
(Hehe kapok koen..alasan opo maneh ..)
Dan saat ini teman saya masih bingung.
Memang sih, kita punya berbagai pertimbangan untuk menikah sekarang atau nanti.
Bagi mereka yang memutuskan untuk menikah sekarang, dia pasti punya banyak alasan bahwa tindakannya benar.
Dan bagi mereka yang memilih menikah nanti, dia pasti juga punya banyak alasan bahwa tindakannya benar juga. Lalu siapa yang salah....???
Menurutku yang salah adalah mereka yang sudah siap secara mental maupun materi tapi belum juga menikah, dengan alasan ingin berkarir atau belum nemu yang cocok ( nggak ada yang cocok atau sengaja nggak mencocokkan diri ?? ) Terserahlah, pillihan ada di tangan kita.
Keto'ane aku posting masalah sing ga penting..yo wis lah.
0 Comments:
Post a Comment
<< Home