:: ketika kehidupan menjadi sekolah tanpa batas ::

          Tentang :: Syaifullah Agus Setyo Nugroho

Friday, June 23, 2006

bersyukur dan terus bersyukur.....

Pagi ini sungguh mengagetkan sekali...

Ada seorang teman, sebut saja m'Rahmat. Dia adalah temannya m'Chandra yang skrng jadi temanku juga. m'Rahmat sering sekali mampir ke kantorku untuk sekedar ngobrol ataupun makan bareng. Dia tipe orang yang sangat supel, makanya cocok banget menjadi seorang sales.

Beberapa hari yang lalu, dia dengan berapi-api bercerita bahwa dia mendapatkan tawaran dari perusahaannya untuk menjadi Branch Manager di Semarang, terlihat kegembiraan diwajahnya. Selain menjadi sales, m'Rahmat juga mencoba menjadi distributor sebuah produk pembersih mobil. Dan sangat semangat sekali untuk membesarkan usahanya ini, iklan dipasang dimana - mana, termasuk di bekas.com

Hari ini m'Rahmat seperti biasa mampir ke kantorku, kira - kira jam 09.30 padahal biasanya kalau mampir jam 11.00 WIB. Saat itu di kantor ada Aku, m'Chandra, dan m'Arif. Setelah meletakkan tasnya, tiba - tiba m'Rahmat berkata "Aku di PHK". Kami bertiga sangat kaget dan sangat tidak percaya, tapi setelah dia menunjukkan surat pem-PHK-annya kami baru benar - benar percaya. Di surat itu alasan pemPHKannya adalah "Menggunakan telepon kantor untuk kepentingan pribadi". Rupanya ini bermula dari kelailaian m'Rahmat yang mencantumkan no Hp kantornya dalam iklan di bekas.com. Memang hal itu salah, tapi kenapa harus langsung di PHK ?, kenapa tidak ada teguran lisan atau surat peringatan dahulu. Menurutku ini bukan merupakan kesalahan yang fatal ( berat) toh cuma mencantumkan no kantor dalam sebuah iklan. Kecuali apabila mencuri, atau korupsi atau tindakan asusila, itu baru bisa dilakukan pemecatan langsung, karena bersifat kriminal.

Kalo sudah begini mau apalagi ?. Ibaratnya nasi sudah menjadi bubur. Untung saja istri m'Rahmat juga bekerja di perusahaan yang cukup besar, setidaknya kebutuhan susu untuk si kecil terpenuhi. Coba bayangkan seandainya istri m'Rahmat tidak bekerja, dan m'Rahmat harus menanggung cicilan rumah dan kebutuhan lainnya. Oh semoga tidak terjadi padaku kelak.Amin

Inilah kuasa Allah, beberapa hari yang lalu dengan berapi-api m'Rahmat bercerita akan mendapat promosi, tetapi sekarang karena suatu kelailaian yang kecil harus kehilangan pekerjaan. Begitu mudah Allah membalik semua itu.

Dan aku bersyukur sekali ya Allah, Engkau masih memberiku rizki seperti saat ini. Setidaknya aku sudah bisa bayar kos, makan, jajan, nonton dsb tanpa meminta orang tua lagi. Ya Allah memang menjadi sifat menusia untuk selalu merasa kurang atas segala kesempurnaan dan rizki yang Engkau berikan, untuk itu ya Allah, jadikanlah aku menjadi bagian yang sedikit diantara umatmu, yaitu menjadi bagian dari umat yang bersyukur dan selalu bersyukur atas segala kesempurnaan yang Engkau berikan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home