donor darah
Ini adalah kejadian yang aku alami kemarin, saat aku ikut donor darah di ITS yang kalau nggak salah diselenggarakan oleh jurusan Matematika. Donor ini merupakan yang kedua buatku. Sebelum aku lanjutkan tentang donor darah II, ada baiknya aku ceritakan tentang donor darah I dan asal mula kenapa aku ingin donor.
Begini...
Sebelumnya aku adalah makhluk yang sedikit takut dengan jarum suntik, jadi setiap sakit dan dibawa ke dokter, aku minta dokter untuk ga usah acara suntik menyuntik "Dok, ga usah di suntik ya..", kalau dokternya mengabulkan, aq sangat berbahagia, kalau tidak dikabulkan, aku cuma bisa meratapinya. Tapi sejak aku opname kena thypus, aku menjadi makhluk yang sangat bersahabat dengan jarum suntik, bagaimana tidak, setiap hari aku harus disuntik, dan diambil darahku. So, masalah ketakutanku dengan jarum suntik teratasi.
Suatu hari aku membaca sebuah spanduk, di situ ada tulisan "Setetes darah Anda meringankan beban sesama". Dari situ aku mulai berpikir kalau aku bisa membantu seseorang, bahkan mungkin bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Dengan seperti itu, aku bisa bermanfaat bagi orang lain. Aku memang bukan makhluk yang tajir, yang bisa memiliki banyak rupiah untuk disumbangkan kepada orang lain. Akupun memilih untuk mendonorkan darahku, karena darah ini tidak kalah berharga dibandingakan dengan rupiah. Tidak perlu berpikir bahwa darah kita akan habis hanya gara - gara kita donor darah, sama halnya dengan jangan pernah berpikir harta kita akan habis hanya karena kita bersedekah. InsyaAllah dengan keikhlasan, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Keuntungan lain dengan donor darah adalah, setiap 2.5 bulan sekali kita sama saja melakukan medical check up gratis. Karena setiap akan donor, darah kita akan diperiksa, apakah ada penyakit / virus seperti : HIV/AIDS, HEPATITIS, SIFILIS, MALARIA, dll. Karena kadang kita merasa sehat, tapi belum tentu juga darah kita sehat/aman. Oke prend ??
Tentang donor darah pertamaku, seingatku aku lakukan tanggal 20 November 2006 di Indosat Kayoon. Saat itu deg-degan sih pasti, namanya juga baru pertama kali. Tidak ada persiapan apapun untuk donor pertama ini. Aku cuma dapat info bahwa setiap mau donor, kondisi perut tidak boleh kosong. Jadi hanya itu persiapanku, sarapan. Setelah proses administrasi (registrasi dll) selesai. Aku dipanggil petugas dari PMI untuk melakukan cek golongan darah, diketahui bahwa aku bergolongan darah B rhesus +. Setelah proses itu, aku menunggu giliran untuk diambil darahku. Pada saat menunggu giliran, aku sempat berbincang dengan seorang Bapak. Bapak itu bilang bahwa sudah donor darah 94 kali, dan sampai sekarang beliau masih sehat dan tidak pernah terkena sakit yang serius. Akupun bertanya balik tentang isu yang beredar kalau orang yang sering donor, apabila sudah waktunya donor tapi tidak donor, maka akan merasa pusing dan badan pegal - pegal. Mendengar apa yang aku utarakan, Bapak itu cuma berkata "Ga bener itu dik". Kemudian tiba saatnya giliranku diambil darah. Darahku diambil melalu tangan sebelah kiri. Prosesnya cukup lama, karena saat aku mulai diambil darah, kebetulan disampingku juga ada pendonor lain yang juga mulai diambil darahnya, saat dia selesai diambil, aku masih belum selesai, kemudian ada pendonor lagi yang menggantikan pendonor tadi, lha dia juga sudah selesai, tapi aku belum selesai, tak lama kemudian aku selesai juga. Darah yang diambil, dibagi 2. Yang pertama dimasukkan ke kantong plastik yang steril ( darah dikantong ini yang akan diberikan pada mereka yang membutuhkan ), trus yang kedua dimasukkan ke semacam gelas kaca dengan panjang 5 cm dan diameter tidak lebih dari 1 cm ( darah di gelas ini yang nantinya akan diperiksa, apakah aman atau tidak ) Setelah donor, aku duduk sebentar sambil menikmati konsumsi yang diberikan dari pihak PMI dan Indosat ( yang ini lumayan lho...). Akupun tidak merasakan pusing atau yang lain. Semuanya sama seperti sebelum aku donor.
Sekarang tentang donor darah keduaku tgl 27 Februari 2007. Aku donor di ITS yang kebetulan ada event donor darah. Itung - itung ikut mensukseskan acara almamater. Jam 09.00 WIB akupun ijin kantor dan menuju ITS. Prosesnya sama seperti waktu di Indosat ( administrasi - cek darah - pengambilan darah ). Seperti biasa, sebelum diambil darah, aku diperiksa tekanan darahku, alhamdulillah aman. O iya, aku ini dalam kondisi sudah sarapan. Pada saat pengambilan darah ( lagi - lagi di tangan sebelah kiri ), darah mengalir dengan cepat, tapi diakhir pengambilan darah mengalir pelan, sehingga aku disarankan untuk mengerakkan tangan seperti meremas sesuatu, fungsinya untuk memompa aliran darah. Di sebelahku ada pendonor juga, cewek, dia diambil di tangan sebelah kanan, dia sama aku, lebih dulu aku, tapi dia malah selesai lebih dulu. Diapun tanya "Kok aku selesai duluan mas ?", aku jawab sekenanya "Mungkin darah saya tipe - tipe pemalu mbak..".
Ini yang membedakan antara donor darah I dan II. Setelah donor, akupun turun dari tempat pembaringan dan menuju ke temanku ( namanya Junaedi ), aku minta tolong sama Jun untuk memasangkan plester di bekas lubang jarum. Posisi saat itu aku berdiri, dan Jun duduk. Pada saat beberapa sekian detik setelah plester menempel, tiba - tiba pandanganku kabur, aku kira karena kacamataku. Aku coba membetulkan kacamataku, tapi belum sempat aku lakukan aku sudah gedugg !!!, aku pingsan,trus duk !!, yap kepalaku bagian belakang membentur lantai. Setelah terbentur lantai itu, aku langsung sadar, dengan posisi diapit 2 orang, Jun sama 1 lagi lelaki yang aku ga kenal (makasih ya mas...). Begitu sadar, aku langsung tanya Jun "Kenek opo aku ?, Aku mari semaput ya ??".
Akupun dibawa ke kursi dan duduk sambil menenangkan diri dan meminum teh yang diambilkan Jun dari gadis - gadis bagian konsumsi, keringat dingin keluar dari tubuhku, pandangan masih sedikit kabur, tapi lambat laun mulai jelas kembali. Akupun di hampiri oleh petugas kesehatan.
Petugas -: masih pusing mas ?
Aku ----: tidak mas....
Petugas -: atau mungkin mual ?
Aku ----: tidak juga mas
---------: padahal tadi sebelum donor, saya sudah sarapan lho mas..
Petugas -: berarti masnya tidak dalam kondisi fit
---------: bisa juga karena kecapekan atau kurang tidur
---------: pokoknya kalo mau donor mas, badan harus fit, sarapan, dan banyak minum.
Aku ----: Oooo....
---------: mungkin capek dan kurang tidur mas...
Petugas -: lain kali nggak boleh begitu...
Setelah beberapa lama terdengar suara gadis - gadis "Silahkan mas kacang hijaunya...", "sebentar mbak ya...". Setelah merasa kuat untuk berdiri dan berjalan, aku menghampiri gadis - gadis itu utntuk mengambil jatah kacang hijau + snack. Tak lupa gadis-gadis itu bertanya tentang kejadian tadi.
Akupun menikmati kacang hijau dan snack sambil duduk bersama Jun. Itung-itung sambil recovery. Masalahnya, aku nanti harus kembali ke kantor naik sepeda motor, kan ga lucu kalau tiba - tiba di perjalanan aku terjatuh gara - gara pingsan. Bakalan ada yang sedih kalau itu sampai kejadian. Sebenarnya pada saat jatuh sih sakitnya ga apa - apa, tapi malunya itu lho, kan ada banyak lelaki dan gadis - gadis disana yang melihatku. Semoga kejadian itu bisa menyadarkan gadis - gadis kalau orang tampan juga manusia, jadi wajar kalau pingsan.hehehe....(narsis bo' !)
Dari apa yang terjadi denganku, aku coba untuk memberi informasi untuk yang mau donor darah tentang syarat - syarat dan efek samping donor darah ( aku contek dari brosurnya PMI ), agar tidak terulang lagi.
Syarat - syarat donor darah ::
Pingsan :: Pengambilan darah dapat menyebabkan penurunan denyut jantung & penurunan tekanan darah. Hal ini adalah reaksi normal terhadap pengambilan darah.
Selama pegambilan darah :: Sampaikan kepada petugas, bila Anda merasa nyeri pada saat pengambilan darah.
Waspada sampai 8 jam setelah pengambilan darah ::
1. Khusus 1 jam pertama, waspada terhadap kemungkinan pingsan.
2. Minum - minuman ekstra untuk pengganti cairan yang hilang.
3. Makan secukupnya.
4. Hindari kegitan berat.
5. Hindari alkohol.
Bila Anda merasa tidak enak badan ::
1. Istirahat dan berbaring.
2. Longgarkan pakaian.
3. Tenangkan diri Anda.
Untuk mencegah reaksi donor darah, sebelum donor Anda harus ::
1. Minum ekstra.
2. Makan sebelum donor.
3. Istirahat cukup.
Itulah hal - hal yang harus diperhatikan. Meskipun aku mengalami seperti donor darah II, InsyaAllah aku akan tetap rutin untuk berdonor darah. Karena yang aku alami disebabkan kurangnya persiapan sebelum donor, terutama tentang capek dan kurang istirahat, hal itu mungkin karena aku kurang istirahat, kan habis kerja trus lanjut kuliah. InsyaAllah dengan persiapan yang cukup, semuanya akan baik - baik saja.
Ini ada sebuah pesan dari PMI ::
Para donor darah yang terhormat,
Hari ini Saudara telah menyumbang darah, sebagian dari milik Saudara yang berharga.
Mereka yang tertolong dengan sumbangan darah tersebut, bahkan yang diselamatkan jiwanya tidak dapat berterima kasih secara langsung, tapi Tuhan Maha Tahu, semoga amal baik Saudara dibalas-Nya.
Kami harapkan kesediaan Saudara untuk menjadi donor secara teratur, dan ajaklah keluarga, teman atau siapapun menjadi donor darah sukarela.
Dan saat aku mengetik ini, kondisi kepala masih benjol dan terasa sakit saat disentuh, aduhhh..
Begini...
Sebelumnya aku adalah makhluk yang sedikit takut dengan jarum suntik, jadi setiap sakit dan dibawa ke dokter, aku minta dokter untuk ga usah acara suntik menyuntik "Dok, ga usah di suntik ya..", kalau dokternya mengabulkan, aq sangat berbahagia, kalau tidak dikabulkan, aku cuma bisa meratapinya. Tapi sejak aku opname kena thypus, aku menjadi makhluk yang sangat bersahabat dengan jarum suntik, bagaimana tidak, setiap hari aku harus disuntik, dan diambil darahku. So, masalah ketakutanku dengan jarum suntik teratasi.
Suatu hari aku membaca sebuah spanduk, di situ ada tulisan "Setetes darah Anda meringankan beban sesama". Dari situ aku mulai berpikir kalau aku bisa membantu seseorang, bahkan mungkin bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Dengan seperti itu, aku bisa bermanfaat bagi orang lain. Aku memang bukan makhluk yang tajir, yang bisa memiliki banyak rupiah untuk disumbangkan kepada orang lain. Akupun memilih untuk mendonorkan darahku, karena darah ini tidak kalah berharga dibandingakan dengan rupiah. Tidak perlu berpikir bahwa darah kita akan habis hanya gara - gara kita donor darah, sama halnya dengan jangan pernah berpikir harta kita akan habis hanya karena kita bersedekah. InsyaAllah dengan keikhlasan, Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Keuntungan lain dengan donor darah adalah, setiap 2.5 bulan sekali kita sama saja melakukan medical check up gratis. Karena setiap akan donor, darah kita akan diperiksa, apakah ada penyakit / virus seperti : HIV/AIDS, HEPATITIS, SIFILIS, MALARIA, dll. Karena kadang kita merasa sehat, tapi belum tentu juga darah kita sehat/aman. Oke prend ??
Tentang donor darah pertamaku, seingatku aku lakukan tanggal 20 November 2006 di Indosat Kayoon. Saat itu deg-degan sih pasti, namanya juga baru pertama kali. Tidak ada persiapan apapun untuk donor pertama ini. Aku cuma dapat info bahwa setiap mau donor, kondisi perut tidak boleh kosong. Jadi hanya itu persiapanku, sarapan. Setelah proses administrasi (registrasi dll) selesai. Aku dipanggil petugas dari PMI untuk melakukan cek golongan darah, diketahui bahwa aku bergolongan darah B rhesus +. Setelah proses itu, aku menunggu giliran untuk diambil darahku. Pada saat menunggu giliran, aku sempat berbincang dengan seorang Bapak. Bapak itu bilang bahwa sudah donor darah 94 kali, dan sampai sekarang beliau masih sehat dan tidak pernah terkena sakit yang serius. Akupun bertanya balik tentang isu yang beredar kalau orang yang sering donor, apabila sudah waktunya donor tapi tidak donor, maka akan merasa pusing dan badan pegal - pegal. Mendengar apa yang aku utarakan, Bapak itu cuma berkata "Ga bener itu dik". Kemudian tiba saatnya giliranku diambil darah. Darahku diambil melalu tangan sebelah kiri. Prosesnya cukup lama, karena saat aku mulai diambil darah, kebetulan disampingku juga ada pendonor lain yang juga mulai diambil darahnya, saat dia selesai diambil, aku masih belum selesai, kemudian ada pendonor lagi yang menggantikan pendonor tadi, lha dia juga sudah selesai, tapi aku belum selesai, tak lama kemudian aku selesai juga. Darah yang diambil, dibagi 2. Yang pertama dimasukkan ke kantong plastik yang steril ( darah dikantong ini yang akan diberikan pada mereka yang membutuhkan ), trus yang kedua dimasukkan ke semacam gelas kaca dengan panjang 5 cm dan diameter tidak lebih dari 1 cm ( darah di gelas ini yang nantinya akan diperiksa, apakah aman atau tidak ) Setelah donor, aku duduk sebentar sambil menikmati konsumsi yang diberikan dari pihak PMI dan Indosat ( yang ini lumayan lho...). Akupun tidak merasakan pusing atau yang lain. Semuanya sama seperti sebelum aku donor.
Sekarang tentang donor darah keduaku tgl 27 Februari 2007. Aku donor di ITS yang kebetulan ada event donor darah. Itung - itung ikut mensukseskan acara almamater. Jam 09.00 WIB akupun ijin kantor dan menuju ITS. Prosesnya sama seperti waktu di Indosat ( administrasi - cek darah - pengambilan darah ). Seperti biasa, sebelum diambil darah, aku diperiksa tekanan darahku, alhamdulillah aman. O iya, aku ini dalam kondisi sudah sarapan. Pada saat pengambilan darah ( lagi - lagi di tangan sebelah kiri ), darah mengalir dengan cepat, tapi diakhir pengambilan darah mengalir pelan, sehingga aku disarankan untuk mengerakkan tangan seperti meremas sesuatu, fungsinya untuk memompa aliran darah. Di sebelahku ada pendonor juga, cewek, dia diambil di tangan sebelah kanan, dia sama aku, lebih dulu aku, tapi dia malah selesai lebih dulu. Diapun tanya "Kok aku selesai duluan mas ?", aku jawab sekenanya "Mungkin darah saya tipe - tipe pemalu mbak..".
Ini yang membedakan antara donor darah I dan II. Setelah donor, akupun turun dari tempat pembaringan dan menuju ke temanku ( namanya Junaedi ), aku minta tolong sama Jun untuk memasangkan plester di bekas lubang jarum. Posisi saat itu aku berdiri, dan Jun duduk. Pada saat beberapa sekian detik setelah plester menempel, tiba - tiba pandanganku kabur, aku kira karena kacamataku. Aku coba membetulkan kacamataku, tapi belum sempat aku lakukan aku sudah gedugg !!!, aku pingsan,trus duk !!, yap kepalaku bagian belakang membentur lantai. Setelah terbentur lantai itu, aku langsung sadar, dengan posisi diapit 2 orang, Jun sama 1 lagi lelaki yang aku ga kenal (makasih ya mas...). Begitu sadar, aku langsung tanya Jun "Kenek opo aku ?, Aku mari semaput ya ??".
Akupun dibawa ke kursi dan duduk sambil menenangkan diri dan meminum teh yang diambilkan Jun dari gadis - gadis bagian konsumsi, keringat dingin keluar dari tubuhku, pandangan masih sedikit kabur, tapi lambat laun mulai jelas kembali. Akupun di hampiri oleh petugas kesehatan.
Petugas -: masih pusing mas ?
Aku ----: tidak mas....
Petugas -: atau mungkin mual ?
Aku ----: tidak juga mas
---------: padahal tadi sebelum donor, saya sudah sarapan lho mas..
Petugas -: berarti masnya tidak dalam kondisi fit
---------: bisa juga karena kecapekan atau kurang tidur
---------: pokoknya kalo mau donor mas, badan harus fit, sarapan, dan banyak minum.
Aku ----: Oooo....
---------: mungkin capek dan kurang tidur mas...
Petugas -: lain kali nggak boleh begitu...
Setelah beberapa lama terdengar suara gadis - gadis "Silahkan mas kacang hijaunya...", "sebentar mbak ya...". Setelah merasa kuat untuk berdiri dan berjalan, aku menghampiri gadis - gadis itu utntuk mengambil jatah kacang hijau + snack. Tak lupa gadis-gadis itu bertanya tentang kejadian tadi.
Akupun menikmati kacang hijau dan snack sambil duduk bersama Jun. Itung-itung sambil recovery. Masalahnya, aku nanti harus kembali ke kantor naik sepeda motor, kan ga lucu kalau tiba - tiba di perjalanan aku terjatuh gara - gara pingsan. Bakalan ada yang sedih kalau itu sampai kejadian. Sebenarnya pada saat jatuh sih sakitnya ga apa - apa, tapi malunya itu lho, kan ada banyak lelaki dan gadis - gadis disana yang melihatku. Semoga kejadian itu bisa menyadarkan gadis - gadis kalau orang tampan juga manusia, jadi wajar kalau pingsan.hehehe....(narsis bo' !)
Dari apa yang terjadi denganku, aku coba untuk memberi informasi untuk yang mau donor darah tentang syarat - syarat dan efek samping donor darah ( aku contek dari brosurnya PMI ), agar tidak terulang lagi.
Syarat - syarat donor darah ::
- Berbadan sehat.
- Berusia 17 - 65 tahun.
- Berat badan >= 45 kg.
- Tidak sedang menderita penyakit.
- Khusus wanita : tidak sedang hamil, menyusui dan menstruasi.
- Jarak waktu donor minimal 2.5 bulan dari waktu donor sebelumnya.
Pingsan :: Pengambilan darah dapat menyebabkan penurunan denyut jantung & penurunan tekanan darah. Hal ini adalah reaksi normal terhadap pengambilan darah.
Selama pegambilan darah :: Sampaikan kepada petugas, bila Anda merasa nyeri pada saat pengambilan darah.
Waspada sampai 8 jam setelah pengambilan darah ::
1. Khusus 1 jam pertama, waspada terhadap kemungkinan pingsan.
2. Minum - minuman ekstra untuk pengganti cairan yang hilang.
3. Makan secukupnya.
4. Hindari kegitan berat.
5. Hindari alkohol.
Bila Anda merasa tidak enak badan ::
1. Istirahat dan berbaring.
2. Longgarkan pakaian.
3. Tenangkan diri Anda.
Untuk mencegah reaksi donor darah, sebelum donor Anda harus ::
1. Minum ekstra.
2. Makan sebelum donor.
3. Istirahat cukup.
Itulah hal - hal yang harus diperhatikan. Meskipun aku mengalami seperti donor darah II, InsyaAllah aku akan tetap rutin untuk berdonor darah. Karena yang aku alami disebabkan kurangnya persiapan sebelum donor, terutama tentang capek dan kurang istirahat, hal itu mungkin karena aku kurang istirahat, kan habis kerja trus lanjut kuliah. InsyaAllah dengan persiapan yang cukup, semuanya akan baik - baik saja.
Ini ada sebuah pesan dari PMI ::
Para donor darah yang terhormat,
Hari ini Saudara telah menyumbang darah, sebagian dari milik Saudara yang berharga.
Mereka yang tertolong dengan sumbangan darah tersebut, bahkan yang diselamatkan jiwanya tidak dapat berterima kasih secara langsung, tapi Tuhan Maha Tahu, semoga amal baik Saudara dibalas-Nya.
Kami harapkan kesediaan Saudara untuk menjadi donor secara teratur, dan ajaklah keluarga, teman atau siapapun menjadi donor darah sukarela.
PMI - Unit Transfusi Darah
Ayo kita donor darah...!!
Dan saat aku mengetik ini, kondisi kepala masih benjol dan terasa sakit saat disentuh, aduhhh..
1 Comments:
Lah masalahe darahku bangsawan yo nux, kan bedo karo darahmu....wakakakaka
moet toink
(orionstarlight.wordpress.com)
By
Anonymous, at 6:15 AM
Post a Comment
<< Home